Pengertian Stress Dalam Psikologi Kesehatan: Penyebab Dan Akibatnya

Definisi Stress

Dalam Psikologi Kesehatan salah satu penyakit gangguan kesehatan yang diakibat oleh stress dan depresi tidak boleh dianggap biasa. Pengaruh buruk negatif stress terhadap kesehatan tidak sedikit jumlahnya. Stress berkepanjangan tak hanya memicu kelelahan mental, tapi juga mempengaruhi kesehatan fisik. Perubahan situasi yang tidak bisa diterima tubuh terhadap reaksi psikologis dan fisiologis akan merangsang pelepasan hormon kortisol yang memiliki efek merusak tubuh.


Stress adalah ketegangan emosional maupun fisik yang disebabkan oleh karena adanya tanggapan diri terhadap tekanan dari dunia luar. Secara umum, orang bisa mengalami stres dari faktor eksternal atau internal.

Faktor penyebab stress terdiri dari :

  1. Stres eksternal. Ini muncul dari kondisi lingkungan yang kurang baik seperti suhu panas dan dingin. Atau stres akibat kondisi lingkungan hidup seperti kondisi kerja yang buruk atau kehidupan yang berantakan.
  2. Stres internal. Hal ini bisa berasal dari kondisi fisik seperti infeksi, radang dan penyakit lain. Atau kondisi psikologis seperti rasa khawatir tentang kecelakaan, phobia terhadap sesuatu dan penyebab lainnya

Penyakit Akibat Stress

Penyakit Jantung

Stress akan meningkatkan hormon tubuh yang bernama “adrenaline” kedalam saluran darah kita. Hormon ini bersama dengan beberapa hormon yang lain akan menyebabkan beberapa perubahan terjadi di dalam tubuh manusia sebagai persiapan untuk melindunginya. Di antara perubahan-perubahan itu ialah denyut jantung akan meningkat dan tekanan darah akan meningkat pula. Bila hal ini dibiarkan, maka hal ini akan bisa berakibat buruk terhadap kesehatan jantung serta juga kesehatan pembuluh darah. Stress juga akan meningkatkan tekanan darah di samping juga akan memudahkan proses pembekuan darah. Semua ini merupakan perubahan-perubahan pada kondisi seseorang yang sedang stress dan juga bisa menyebabkan serangan jantung (penyakit jantung koroner). (Health Education Associates, 1996; Stress and Heart Disease).

Depresi

Depresi adalah gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan.

Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik seperti halnya rasa susah, murung, sedih, putus asa dan tidak bahagia.

Tanda gejala somatik seperti: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Inilah yang dimaksud dengan pengertian depresi. Dan ini juga termasuk dalam jenis gangguan kesehatan yang disebabkan stress juga. Gangguan akibat depresi serta stress di atas yang akan bisa mengganggu kesehatan diri seseorang, baik itu secara fisik maupun mentalnya. Bila dibiarkan berkelanjutan, maka depresi akan berpengaruh terhadap penurunan kondisi tubuh secara fisik, gangguan kesehatan mental akut bahkan sampai bisa terjadi resiko kematian.

Tanda-tanda Gejala Stress

  • Insomnia
  • Sembelit, diare, sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Depresi
  • Mudah marah
  • Nafsu makan tidak teratur
  • Mengucilkan diri

Tubuh Mudah Terkena Sakit

Beberapa ilmuwan yang telah melakukan penelitian mengenai hubungan stres dengan penyakit mengemukakan bahwa stress akut akan bisa menurunkan daya tahan tubuh manusia. Beberapa studi kasus telah menunjukkan bahwa beberapa hormon stress yang dikeluarkan tubuh ketika beban berlebihan datang, hal ini akan bisa memengaruhi kemampuan kelenjar thymus untuk menstimulasi dan mengatur aktivitas leukosit (sel darah putih). Terganggunya aktifitas sel darah putih ini lah yang akan bisa menurunkan imunitas dan daya tahan tubuh akan menurun. Kita tahu bahwa salah satu fungsi leukosit ini adalah memerangi berbagai jenis virus bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bila terganggu maka otomatis tubuh akan lebih mudah untuk terserang berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan imunitas tubuh sendiri.

Gangguan Mental Akibat Stress Berkepanjangan

Stres yang terjadi dalam jangka waktu lama dan permanen akan memicu sel kekebalan tubuh untuk bereaksi secara buruk terhadap otak. Jika dibiarkan, perubahan ini akan menyebabkan kelainan mental. Berikut seperti yang dilansir dari media merdeka.com dengan pemberitaan yang berjudul stres yang berkepanjangan bisa memicu terjadinya gangguan mental antara lain adalah sebagai berikut :
Tim peneliti fokus pada salah satu jenis sel darah putih yang bernama fagosit. Dalam keadaan normal, fagosit akan memperbaiki jaringan antar sel saraf di otak dan memicu pertumbuhan sel tersebut. Namun ketika seseorang merasa stres, fagosit akan semakin aktif dan bisa menyebabkan kerusakan pada sel saraf serta memicu peradangan pada otak. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin sering fagosit dipicu oleh rasa stres, maka semakin besar kerusakan yang bisa disebabkannya pada sel otak. Hal ini jika dibiarkan akan menyebabkan masalah dan kelainan mental yang lebih serius seperti schizophrenia. Meski begitu peneliti memberi catatan bahwa stress bisa berdampak beda pada satu orang dengan lainnya. Beberapa orang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap stress dan sementara lainnya lebih lemah dan berisiko lebih tinggi memiliki kelainan mental jika terus-terusan mengalami stress. Namun ada baiknya jangan biarkan diri Anda terus-terusan terjebak dalam stress. Segera cari cara untuk mengatasinya agar terhindar dari kerusakan otak dan masalah mental yang lebih berbahaya.

Sumber

Merdeka.com

Fillamenta,N. 2015. Psikologi Kesehatan Sebuah Pengantar. Palembang: Sapu Lidi

2 Comments

  1. Venny Oktasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *