Dari Penamparan Perawat Sampai Akun yang di Hack..

Penamparan Perawat di Palembang

Beberapa hari yang lalu media sosial sempat dihebohkan dengan berita tentang “penamparan” Perawat di sebuah Rumah Sakit Swasta Palembang. Peristiwa tersebut diawali dengan sebuah tugas yang memang sesuai dengan SOP yang berlaku di Rumah Sakit tersebut.

Tragedi yang bukan Tragedi

Proses SOP yang dilakukan perawat tersebut sudah tepat. Yang pertama adalah pelepasan infus dari pasien dan selanjutnya adalah pemberian kapas untuk mengurangi pendarahan. Naahh, dikarenakan pasien masih kecil sehingga pendarahan menjadi lancar akibat pasien yang aktif.

Keaktifan pasien menyebabkan kaps yang sudah steril tadi tidak sanggup membendung darah yang menetes keluar dari bekas jarum infus. Melihat hal tersebut sang ibu menjadi panik dan memanggil perawat dan saat itu juga langsung ditangani dan SELESAI.

Panik yg Pernik

Sebenarnya semua sudah selesai, tetapi apa yanga terjadi???..karena sang ibu panik melihat darah yang menetes dari bekas infus anakknya sehingga sang ibu menelpon bapaknya si anak aka suaminya si ibu. Dengan “gercep” sekitar 2 jam kemudian sang ayah datang ke rumah sakit langsung mencari sang perawat untuk dimintai pertanggung jawaban. Namun “sekonyong-konyong” sang bapak langsung “menampar” sang perawat tanpa ada “intro” terlebih dahulu.

Menurut info yang ada di tempat kejadian sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan baik sang bapak, sang ibu dan sang perawat.

Akun Kanal Keluarga “Petir” yang di “hack”

Nah berikutnya adalah yang tidak kalah hebohnya di media sosial. Apakah itu?..ya tidak lain dan tidak bukan adalah perihal akun keluarga petir yang katanya di “hack” oleh seseorang yang berada di negara asing. Sebenarnya sudah menjadi kewajiban “tim” IT kanal keluarga petir yang semestinya menangani ini dan gak harus juga sih di “gembor-gemborkan” di media. Tapi ya mau gimana lagi namanya juga selebriti di bidangnya ya.

Melihat dua berita “viral” tersebut sebenarnya menjadi sebuah cermin bagi para penikmat media sosial untuk dapat menyikapinya. Manakah informasi yang “dianggap” penting mana yang tidak penting. Intinya kembali kepada penikmat media sosial dan atau netizen di belahan bumi ini.

RAHAYU SAGUNG DUMADI 🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *