Babi Ngepet dan Sugestivitas, Bagaimana sih Hubungannya?

Depok – Baru-baru ini di wilayah depok dihebohkan dengan temuan seekor babi ngepet. Berita yang tersebar dan sempat viral itu sontak membuat masyarakat sekitar menjadi panik dan bingung. Lantas apa sih kaitannya babi ngepet dengan sugestivitas?

Babi Ngepet

Cerita mengenai babi ngepet merupakan sebuah obrolan yang tidak habis dibahas. Bagaimana tidak, karena cerota tersebut seakan-akan sudah menjadi sebuah “obrolan” sembari “nongkrong” di sebuah warung kopi. Apa sih sebenarnya babi ngepet itu?.

Lihat Juga: How to Meditation

Babi ngepet merupakan sebuah cara untuk mendapatkan kekayaan secara “cepat”. Kenapa saya katakan “cepat” bukan “instan”. Cepat disini diartikan tanpa harus menunggu “upah” bulanan seperti orang-orang yang terkebak dalam ambisi kekuasaan dan kekayaan.

Beberapa Versi Tentang “Ritual” Babi Ngepet

Versi ritual babi ngepet yang pertama adalah dengan menggunakan “tumbal” untuk proses menjadi babi ngepet. Versi yang kedua adalah dengan menggunakan lilin sebagai media untuk menjadi babi ngepet. Versi yang ketiga adalah melalui perantara untuk menjadi babi ngepet. Ketiga versi tersebut sebetulnya tidak jauh berbeda, karena inti dari menjadi babi ngepet itu untuk memperoleh “uang” secara cepat.

Kemudian “ritual” babi ngepet seperti yang sudah banyak diketahui masyarakat adalah dengan menjaga “lilin” agar tetap nyala. Apabila kemudian lilin mati secara mendadak tanpa dijaga maka individu yang menjadi babi ngepet tersebut akan selamanya menjadi babi.

Hubungan Antara Babi Ngepet dengan Sugesti

Naah sekarang barulah kita mengambil “benang merah” dan atau hubungan antara babi ngepet dengan sugestivitas dari peristiwa yang terjadi di depok mengenai penemuan ibu berinisial “W”. Dari berita yang viral beberapa waktu yang lalu diberitakan bahwa “W” menemukan sesosok manusia “tanpa busana” di daerah tempat dia tinggal. Penemuan tersebut sontak membuat “kecurigaan” seorang “W” yang melihat manusia “tanpa busana” tersebut mempunyai semacam “ekonomi” yang bisa dikatakan “mapan” secara “tidak wajar” menurut bersi “W”. Dari penemuan “W” tersebut lantas dia memberikan cerita kepada warga setempat. Cerita yang disampaikan “W” membuat warga menjadi percaya (Sugesti), sampai akhirnya warga dengan tekad yang bulat membuat keputusan bersama dari sugesti yang dilakukan “W” tersebut. Sampai saat ini warga sudah mulai berangsur-angsur “sadar” dari “sugesti” yang diberikan oleh “W”.

Lihat Juga: Pengertian Waham atau Delusi

Kejadian diatas sebetulnya dapat mengingatkan kita mengenai sebuah “berita” yang memang harus dipahami dan diselidiki terlebih dahulu keyakinan akan kebenarannya. Apabila berita langsung diambil dan serap tanpa disaring maka kendali “sugesti” akan merasuki akal, pikiran, nalar dan logika kita.

Rahayu Sagung Dumadi..🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *