Isu Kesehatan Kontemporer: Diabetes dan Obesitas

Isu Kesehatan Komtemporer merupakan sebuah keadaan yang berkesinambungan. Pada artikel yang pertama kita sudah memahami masalah hipertensi dan jantung koroner. Pada artikel berikut ini kita akan bersama memahami isu selamjutnya yaitu tentang “Diabetes dan Obesitas”.

Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.

Lihat Juga: 10 Cara Mengatasi Stress

Jenis Diabetes

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.

Diabetes Tipe 2

Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.

Ciri Diabetes

Beberapa gejala lain juga bisa menjadi ciri-ciri bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi
  • Mudah tersinggung.

Obesitas dan Penyebabnya

Obesitas adalah suatu kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki badan yang sangat gemuk dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya.

Lihat Juga: Menyembuhkan Dengan Kekuatan Pikiran

Obesitas terjadi ketika kadar kalori masuk lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal tersebut menyebabkan energi menjadi berlebihan, sehingga diubah menjadi cadangan dalam bentuk lemak. Selain itu, pengaruh genetik, perilaku dan hormonal pada berat badan juga menjadi salah satu penyebab obesitas.

Gejala Obesitas

Penderita Obesitas pada umumnya tidak menyadari bahwa berat badannya terus meningkat serta pakaian lama menjadi kekecilan. Penderita obesitas umumnya baru akan menyadari gejala tersebut setelah kerabat atau lingkungan sekitarnya mengingatkan dan memberi tahu. Diagnosis obesitas terjadi ketika indeks massa tubuh (BMI) adalah 30 atau lebih tinggi.

3 Comments

  1. Agnes Rahmahdella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *